Ada 10 Gaya Kepemimpinan yang Sebaiknya Kamu ketahui

Ada 10 Gaya Kepemimpinan yang Sebaiknya Kamu ketahui

Bisnis, komunitas, organisasi atau bagi mereka yang sedang hidup dan ingin membangun? Selain kewirausahaan dan organisasi, Anda harus tahu bahwa Anda perlu mempelajari kepemimpinan. Karena seiring pertumbuhan bisnis atau organisasi Anda, Anda akan membutuhkan orang lain untuk bergabung dengan Anda.

Masalahnya menjadi bos bukanlah hal yang mudah, karena jika Anda menjalankannya dengan sembarangan, tidak hanya karyawan Anda, tetapi juga bisnis Anda bisa gulung tikar. Jadi, Anda harus tahu dan belajar tentang menjadi pemimpin yang baik. Agar organisasi atau bisnis yang Anda pimpin bisa sukses dan tahan lama.

Sebelum Anda fokus pada praktik kepemimpinan, ada baiknya mengetahui gaya kepemimpinan yang berbeda untuk memilih salah satu yang cocok untuk Anda dan organisasi atau bisnis yang ingin Anda bangun.

Kepemimpinan demokratis

Gaya kepemimpinan ini memposisikan pemimpin sebagai fasilitator untuk mendiskusikan segala keputusan dengan bawahan. Sehingga setiap orang berhak berpendapat atas keputusan tersebut. Dengan cara ini, setiap keputusan berharga sebagai hasil kerja sama, sehingga memperkuat kerja tim.

Kepemimpinan ini dianggap sebagai salah satu kepemimpinan yang populer digunakan, karena menawarkan banyak manfaat. Salah satunya adalah pemecahan masalah yang lebih baik, karena setiap orang memiliki kemampuan untuk bebas mengungkapkan pendapat dan solusi mereka. Oleh karena itu, keputusan kaya akan fondasi dan solusi.

Kepemimpinan otoritas

Gaya kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari kepemimpinan demokratis, sehingga pemimpin memiliki kekuasaan mutlak. Keputusan didasarkan pada pendapat pemimpin dan sering mengabaikan pendapat orang lain. Gaya kepemimpinan ini tidak dapat diterapkan pada semua bidang pekerjaan, karena rawan konflik.

Namun, gaya ini efektif digunakan di lembaga militer yang menuntut disiplin dan kepatuhan tinggi dari anggotanya. Juga, persatuan gerakan yang kuat harus muncul dan tidak terpecah oleh pendapat sepihak. Oleh karena itu, pemimpin yang ditunjuk harus unggul dalam kecerdasan, pemahaman dan pengalaman untuk mengambil keputusan sendiri.

Kepemimpinan perwakilan

Gaya kepemimpinan ini disebut juga laissez-faire, gaya ini memungkinkan pemimpin memberikan wewenang mutlak kepada pengikutnya untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab pemimpin. Gaya kepemimpinan ini harus didukung oleh sistem regulasi yang ketat untuk memastikan fungsi eksekutif otoritas dengan baik.

Penunjukan kekuasaan harus untuk orang-orang yang tepat, yaitu orang-orang yang setia kepada kekuasaan, yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan bidang pekerjaan organisasi yang dipimpinnya, dan yang dapat dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas kekuasaan. manajemen.

Kepemimpinan karismatik

Pemimpin karismatik sering disebut sebagai pemimpin yang lahir secara alami, karena kharisma mereka umumnya berasal dari nilai-nilai pribadi mereka dan nilai-nilai sosial yang mereka yakini di mana mereka dibesarkan. Sehingga prosesnya sangat lama dan tidak mungkin bisa langsung didapatkan. Pemimpin ini secara alami dapat memotivasi bawahannya untuk mencapai target.

Manajemen Pemasaran

Keunikan dari gaya kepemimpinan ini adalah bahwa jika tim yang dipimpin mencapai tujuan yang ditetapkan dengan melakukan pekerjaan berkualitas yang memuaskan, pemimpin diberi penghargaan atau reward. Reward bisa berupa insentif, makan, liburan, dan lainnya.

Cara ini efektif jika penghargaan diberikan untuk mengenali tim yang mengerjakan proyek besar atau pekerjaan tambahan. Ini akan membuat kelompok merasa dihargai, bukan dieksploitasi.

Kepemimpinan transformasional

Pemimpin yang menggunakan gaya ini selalu berusaha untuk mengubah timnya menjadi lebih baik. Perubahan dapat dilakukan untuk menambah atau meningkatkan kapasitas agar anggota bekerja lebih efisien dan efektif.

Cara ini dapat diterapkan dengan memberikan tingkat pekerjaan, dimulai dengan pekerjaan ringan, dan kemudian secara bertahap meningkatkan bobot ke tingkat yang lebih sulit. Metode ini termasuk cara untuk memberikan perubahan yang signifikan dalam kinerja dan keterampilan karyawan.

Kepemimpinan birokrasi

Dalam menjalankan tugasnya, pimpinan selalu diinstruksikan dan mengacu pada standar operasional pekerjaan dan peraturan terkait. Gaya kepemimpinan seringkali tidak menyukai perubahan dan cara-cara baru untuk memecahkan masalah. Karena sifat kepemimpinan ini lebih berhati-hati dan teliti dalam mengambil keputusan.

kepemimpinan partisipatif

Gaya ini memberikan ruang bebas bagi anggota untuk berperan dalam pengambilan keputusan. Hal ini memungkinkan bawahan untuk mengekspresikan pendapat mereka, dan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dapat dilakukan oleh setiap orang secara bergantian. Ini mempromosikan hubungan persahabatan dan saling percaya antara anggota.

Kepemimpinan analitis

Pemimpin banyak melakukan analisis tentang masalah-masalah yang terjadi di perusahaan. Oleh karena itu, setiap keputusan harus terlebih dahulu dibuat dengan analisis yang tepat dan akurat. Menempatkan terlalu banyak penekanan pada aspek logis dan ilmiah dari kebenaran.

kepemimpinan situasional

Gaya kepemimpinan ini memungkinkan para pemimpin memiliki gaya yang berbeda-beda yang berubah-ubah tergantung pada situasi dan keadaan yang dihadapinya. Oleh karena itu, gaya ini lebih fleksibel daripada gaya lainnya, karena selalu menyesuaikan dengan konteks yang muncul. Selain itu, gaya ini memungkinkan para pemimpin untuk membuat keputusan yang tepat dalam situasi yang berbeda.

Apakah Anda sudah memiliki gambaran tentang gaya kepemimpinan pilihan Anda? Jika demikian, Anda perlu mempelajari lebih dekat langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menerapkan kepemimpinan ini dalam operasi bisnis atau organisasi Anda. Mereka dapat membantu Anda menerapkan kepemimpinan yang tepat dan pada akhirnya meningkatkan kinerja tenaga kerja.